Prolog: Sebuah Catatan Tentang Duka

Yang selalu kuingat tentang Ai adalah senyumnya. Tak ada yang mengalahkan senyum ceria pada wajah berbingkai jilbab putih dan berhias andeng-andeng di pipi kiri itu. Tentang jilbab, ia pernah bercerita padaku, “Ai baru saja kok, pakai jilbab. Sewaktu SMP, Ai nggak pakai. Ada kok, fotonya.” Ia selalu memanggil dirinya sendiri dengan “Ai”. Bukan “aku”, bukan […]

Read more "Prolog: Sebuah Catatan Tentang Duka"

Menjadi Mayoritas

Baru saja membaca percakapan di media sosial yang cukup membuat dahi saya mengerut. Menanggapi berita pertunangan sesama jenis seorang selebriti, si A (perempuan) bertanya-tanya kenapa lelaki ganteng seperti selebriti itu nggak suka ‘mbak-mbak’. Si B (rekannya yang tidak saya kenal, laki-laki) merespon, yang intinya kira-kira, kalau nggak ada mbak-mbak padahal masih ada janda. Si A […]

Read more "Menjadi Mayoritas"

Ruang Tanpa Sekat dan Pelaminan Yang Absen

Beberapa hari setelah acara pernikahan kami, ada yang menyampaikan sesuatu pada saya. Dia bilang, ada seorang anggota keluarga saya yang berkomentar negatif. “Tanya tuh, sama Eka, apa enaknya makan sambil dijemur matahari begini?” demikian kalimat yang sampai di telinga saya. Saya cuma tersenyum kecut mendengarnya. Empat bulan sudah berlalu sejak acara kami berlangsung dan kalimat itu […]

Read more "Ruang Tanpa Sekat dan Pelaminan Yang Absen"

Mungkin Perlu Pawang Matahari

Rangkaian tulisan ini ditujukan untuk berbagi pengalaman kami saat mempersiapkan acara pernikahan. Akan ada tiga bagian cerita tentang bagaimana kami menyelenggarakan sebuah acara outdoor bernuansa vintage rustic, tanpa pelaminan. Enjoy! Hari ketika saya resmi menjadi Nyonya Masrul Arief (bisa disingkat menjadi “Masief” dan ditambah “The” di depannya–seperti cara Melania memanggil Donald Trump–sehingga menjadi “The Masief”) masih menjadi kenangan yang paling […]

Read more "Mungkin Perlu Pawang Matahari"

30 KM/Jam

Saat menuliskan ini, saya baru saja tiba di rumah setelah setengah hari keliling Bandung. Awalnya hanya berencana potong rambut di salon dan beli oatmeal instan di supermarket. Eh, malah mampir ke rumah teman, pergi dengannya ke Sushi Tei untuk makan siang, tak sengaja bertemu teman lain di sana, dan ngobrol lama. Sepulang dari makan siang, […]

Read more "30 KM/Jam"

Terima Kasih, 2014!

Saya tak mau menyalahkan 2014 atas semua yang terjadi selama itu, karena mungkin yang patut disalahkan adalah 2013. Atau bisa jadi, semua itu gara-gara tahun-tahun sebelum 2013. Tahun 2013 saya mulai di sebuah kamar kos, sendirian. Sebuah pertengkaran besar membawa saya keluar dari rumah dua hari sebelum malam tahun baru. Pertengkaran yang kemudian muncul kembali sepuluh […]

Read more "Terima Kasih, 2014!"

Dua Jam Di Sabtu Pagi

Adalah seorang teman, Dhika Sadjad, yang saya kenal lewat sebuah kelas menulis pada akhir 2012 lalu, yang membuka jalan saya pada aktivitas volunteering. Dhika saat ini ikut mengelola sebuah organisasi bernama Indorelawan, yang menjembatani antara organisasi yang membutuhkan relawan dengan relawan yang ingin ikut serta dalam sebuah aktivitas maupun organisasi. Idealnya, saya ingin ikut kegiatan […]

Read more "Dua Jam Di Sabtu Pagi"